Minggu, 22 Oktober 2017

Nafkah Seorang Ibu

Saya sangat mengapresiasi karya tersebut yaitu "Film dan Ikhtiar Kesadaran Kolektif". Karena dalam keadaan yang seadanya dengan dana yang terbatas, ruang akustik yang entah, sound sistem ala kadarnya dan pencahayaan yang semena-mena. Dengan keadaan tersebut, tidak membuat parasineas/pemuda tidak gentar (pantang menyerah). Film Reksa tersebut disutradarai oleh Reksa, Jatmiko sebagai Sukri (ayah Reksa), Siti Nor Azizah sebagai Sum (ibu Reksa). Dapat berjalan dengan lancar dengan durasi 44 menit dan dihadiri oleh 300 pengunjung. Dan akan ditayangkan di gedung pendopo pada saat malam hari. Rencanany Rumah Kreatif Film Kendal (RKFK) film tersebut akan ditayangkan keliling kampung. Agar mereka tahu bahwa bekerja di tanah air kita sendiri lebih baik daripada bekerja di luar negeri.
Disitu  saya bisa melihat bahwa masyarakat kita bisa menggemari film dengan pertunjukan taeter daripada film dari kisah novel disitu kita juga bisa melihat bahwasanya tradisi Kendal  yaitu mencari ikan (gebyok) hingga soal pengiriman TKW terbanyak setelah Cilacap
Sebelumny saya berterima kasih kepada Bapak Setia Naka Andrian. Setelah saya membaca blog ini saya sangat termotivasi. Karena film tersebut mengisahkan tentang kehidupan warga Kendal yang hampir mayoritas ibu rumah tangga. Kebanyakan bekerja sebagai TKW di luar negeri. Sedangkan suaminya hanya menjadi pengangguran dan hanya menikmati gaji istrinya saja tanpa bekerja keras. Tidak hanya itu di dalam cerita juga mengisahkan seorang anak yg harus ditinggal oleh ibunya bekerja keluar negeri. Namun hal tersebut tidak mematahkan semangat sang anak untuk melakukan kehidupan sehari-hari tanpa sosok sng ibu.